SURYA, 26 Agustus 2014

SURYA, 26 Agustus 2014

SURYA Online, SURABAYA - Hanya melalui cerita lisan yang disampaikan rekannya, Gina Novilla langsung jatuh hati dan tertarik dengan kebun sayur hidroponik.

Tanpa pikir panjang iapun mengorek informasi dan belajar cara berkebun. Banyak hal didapatnya setelah menjalankan kebun sayur Hidroponik sendiri.

Bukan lagi sekedar pembunuh rasa penasaran, berkebun sayuran secara hidroponik mendatangkan banyak keuntungan yang tidak terpikirkan sebelumnya oleh Gina Novilla.

Hanya dalam hitungan bulan ia sudah memiliki kebun sayur dan pasar yang menyerap hasil panen.

Dari berkebun secara hidropolis ia mendapat pengetahuan, aktivitas, pengalaman dan sumber pendapatan baru.

Di sisi lain ia juga mendapat kepuasan karena mampu menstimulasi masyarakat di Surabaya untuk turut berkebun hidroponik.

Kebun Sayur yang dikelolanya di kawasan Ketintang Selatan juga mulai banyak didatangi orang.

Banyak yang datang karena heran dan terkagum.Ada yang datang untuk membeli sayur sampai ingin belajar menanam sayuran secara hidropolis.

Novi mengisahkan Kebun Sayur yang dikelolanya berawal dari kisah rekannya yang memiliki aktivitas serupa di Jakarta.

“Hanya diberi cerita saja saya langsung tertarik dan ingin melakukan. Berikutnya saya dan suami berangkat ke Pamulang untuk belajar langsung cara berkebunnya,” kisah Novi.

Langkah awal kebun sayur itu terjadi di bulan Mei lalu. Berbekal proses belajar sekitar lima hari di Pamulang Novi dan suami langsung merealisasikan pengetahuan baru yang didapat.

Memanfaatkan lahan kosong bekas rumah yang akan direnovasi ulang, ia membangun kelengkapan kebun hidroponik.

Panen perdana langsung didapat tepat di hari lebaran lalu. Dari situ proses berkebun dan pemasaran sayuran mulai bergulir.

“Saya sebenarnya tidak suka berkebun atau tanam-menanam Tapi berkebun secara hidroponik ini ya langsung suka, asyik saja. Kalu berkebun begini, pakai baju baguspun gak masalah, kita masih bisa utak-atik tanaman lalu langsung ke arisan,” ujarnya.

Di sisi lain cara berkebun secara hidroponik juga menghasilkan sayuran yang lebih sehat, bebas pestisida.

Novi juga lebih termotivasi menggeluti kebun sayur hidroponik karena merasa mendapat banyak kesenangan.

Ia senang banyak masyarakat yang akhirnya terdorong melakukan hal serupa.

Hal ini secara tidak langsung mengajarkan masyarakat untuk peduli dengan hidup sehat.

“Sering ada ibu-ibu datang ke sini, ada yang datang sama anaknya lalu minta ijin ikut membantu menanam bibit. Melihat orang yang datang dan senang ke kebun sayur, saya ini rasanya jadi tentram, senang sekali,” tambahnya.

Novi membuka lebar-lebar kebun sayurnya untuk masyarakat umum. Masyarakat bisa datang untuk membeli dan memanen langsung sayuran yang diinginkan.

Bagi yang sekedar ingin menikmati suasana kebun seluas 600 meter persegi itu juga dipersilahkan.

Novi, suami maupun karyawan di Kebun Sayur juga selalu bersedia memberi penjelasan jika ada yang ingin mendapat informasi.

http://surabaya.tribunnews.com/2014/08/26/ayem-tentrem-jalankan-bisnis-kebun-sayur-hidroponik





Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Testimonial

inspiratif, mohon ke depan dapat menimba ilmu dari bapak ...

BAYU AGUNG KURNIAWAN

Sangat inspirative ide dan sepak terjang nya. ...

Pak Agus

Inovatif, smoga saya nantinya bisa menimba ilmu dari Bpk. thanks...

Bpk. Suwarsi